PROPOSAL PENAWARAN NASKAH BUKU

Posted by Ena Rusyana Selasa, 30 Juli 2013 0 komentar


PROPOSAL NASKAH BUKU

PROPIL PENULIS
Nama
Ena Rs.
Alamat
RT 02 / RW 13 Dusun Sidamulya Desa Bojonggedang Kec. Rancah Ciamis Jawa Barat 46387
Email
ersi_ena@yahoo.com
No. HP
087826665125
Profil Singkat
·         Menulis sejak SMP terutama di media-media lokal yang terbit di Jawa Barat
·         Menulis buku cerita anak-anak berbahasa Sunda sebanyak 23 judul, diterbitkan oleh PT IMTIMA Bandung.
·         Tulisannya tersebar di media-media di Jawa Barat seperti majalah Mangle, Sunda Midang, Cakakak, Kabar Priangan, dsb.
·         Praktisi pertanian.
IDENTIFIKASI BUKU
Judul Buku
Budidaya Karet Dengan Biaya Murah
Kelompok
Perkebunan/Pertanian
Jenis Buku
Teknik Budidaya
Prediksi Halaman
120 Halaman
Tema/Konsep
Di kalangan petani, saat ini menganggap budidaya tanaman karet adalah budidaya yang mahal, memerlukan biaya yang besar sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang mampu. Kenyataannya memang demikian. Petani harus mempersiapkan biaya yang tidak sedikit untuk bisa membudidayakan tanaman karet. Padahal ada alternatif lain, dengan berbagai cara petani bisa menekan biaya budidaya karet serendah mungkin sehingga terjangkau oleh siapa pun. Hanya saja teknis budiadaya karet dengan biaya murah belum begitu memasyarakat. Buku ini akan membahas berbagai cara budidaya karet dengan biaya murah.
Kelebihan
Buku ini ditulis berdasarkan pengamalan penulis dalam budidaya karet dengan biaya murah. Sudah teruji di lapangan, bukan sekedar teori. Ditulis dengan gaya agak ngepop supaya tidak membosankan. Saat ini belum ada buku yang membahas tentang budidaya karet dengan biaya murah. Kebanyakan buku yang ada hanya membahas tentang teknis budidaya karet tanpa menganalisa atau mempertimbangkan biaya yang diperlukan. Buku yang saya tulis sangat jelas membahas tentang teknik budidaya karet dengan biaya rendah sehingga akan menarik siapapun yang mencari referensi tentang budidaya karet.
Manpaat
Manpaat buku ini adalah memberikan alternatif baru bagi siapapun yang berminat membudidayakan tanaman karet tanpa harus terkendala masalah biaya. Memberikan wawasan baru, melatih keterampilan, keuletan, dan tekad mau belajar, khususnya tentang budidaya karet dengan biaya murah.
Target Pembaca
Semua kalangan yang berminat untuk membudidayakan karet menjadi target pembaca buku ini. Mahasiswa pertanian, pelajar atau petani-petani muda akan sangat memerlukan buku ini.
Lampiran
·         Rencana daftar isi
·         Sample bab 1


LAMPIRAN


RENCANA DAFTAR ISI


I.                    Mengapa Budidaya Karet Dianggap Mahal?
II.                  Budidaya Karet Tak Selalu Harus Mahal
III.                Sejarah Tanaman Karet
IV.                Mempersiapkan Bibit Karet dengan Biaya Murah
V.                  Membuat Okulasi Bibit Karet
VI.                Mempersiapkan Lahan Dengan Biaya Murah
VII.              Menanam Bibit Karet
VIII.            Membuat Pupuk Organik dengan Biaya Murah
IX.                Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Karet
X.                  Menyadap Karet
XI.                Perbandingan Budidaya Karet Antara yang Mahal Dengan yang Murah
XII.              Prospek Pemasaran Karet
XIII.            Penutup
XIV.            Daftar Pustaka.










LAMPIRAN (CONTOH BAB 1 DAN 2)



1.         Mengapa Budidaya Karet
Dianggap Mahal?

DI kalangan petani, ada anggapan bahwa budidaya karet itu termasuk budidaya yang mahal. Memerlukan modal yang besar. Hanya orang tertentu saja yang mampu membudidayakan tanaman karet. Mengapa? Ini dia beberapa alasannya:

1.    Bibit okulasi yang mahal.
Untuk mendapatkan hasil latek (getah) yang bagus dan banyak, diperlukan bibit karet hasil okulasi yang mahal harganya. Satu pohon bibit karet okulasi saat ini (2012) harganya antara Rp. 12.000 – Rp. 15.000. Bila kita hendak menanam 100, 200, 300 pohon atau lebih, berapa juta uang yang harus dikeluarkan? Hitung sendiri, he he.

Bibit Karet okulasi harganya termasuk mahal.

2.    Biaya penyiapan lahan yang mahal.
Lahan yang akan ditanami karet, perlu dipersiapkan secara benar. Dibersihkan dari rumput dan tanaman lain, diterasering (bila belum), dibuatkan lubang-lubang tanam. Bila kita menyuruh orang lain yang menggarapnya, upah tenaga kerja sekarang berapa? Rata-rata Rp. 35.000/orang. Bila mempekerjakan 2, 3, 4 orang atau lebih, sudah berapa rupiah uang yang harus dikeluarkan untuk satu harinya? Bila waktu pengerjaannya satu minggu saja, berapa yang harus kita bayar? He he, ya hitung sendiri. Yang jelas memang mahal.

3.    Harga pupuk yang mahal.
Jelas, agar pertumbuhan tanaman karet sesuai dengan yang kita inginkan, maka kita harus melakukan pemupukan dengan benar, baik itu pupuk organik maupun anorganik. Untuk pupuk organik sebagai pupuk dasar saja satu lubangnya memerlukan kurang lebih antara 3-4 kg. Bisa kuintalan pupuk organik, bahkan tonan, yang harus kita persiapkan. Memang sih harga pupuk organik saat ini hanya Rp. 1000 per-kg. Tapi bila kita harus membeli dalam jumlah yang banyak, tetap saja kita keluar uang banyak. Belum lagi pupuk anorganik yang harganya, meski disubsidi, terus bertambah mahal.

4.    Harga Pestisida, herbisida dan fungisida yang mahal.
Apapun tanaman yang kita budidayakan, termasuk karet, memerlukan pengendalian hama dan penyakit. Tidak ada budidaya tanpa gangguan. Kita harus membersihkan gulma yang tumbuh, membasmi dan mengendalikan hama dan penyakit. Itu artinya kita memerlukan pestisida, herbisida dan fungisida yang harganya saat ini terus merangkak naik. Kita harus merogoh kocek yang dalam untuk membelinya. Belum lagi hama yang tidak  bisa dikendalikan dengan pestisida, misalnya hama babi hutan yang sering merusak tanaman karet (bila lahan kita berdekatan dengan hutan). Bila tidak dicegah jelas akan merugikan. Kita memerlukan biaya ekstra, misalnya membangun pagar bambu untuk melindungi lahan kita. Tidak direkomendasikan menggunakan racun  untuk membasmi babi hutan.

Itu empat alasan yang sering dikemukakan oleh petani bahwa budidaya karet itu termasuk mahal. Artinya untuk membudidayakan karet, kita harus mempersiapkan biaya dalam jumlah yang tidak sedikit. Walah-walah... Jelas ini sering menjadi alasan yang membuat orang mundur dari niat membudidayakan karet.
Memang biaya yang mahal tersebut seimbang dengan hasil yang akan didapat bila karet itu telah berproduksi. Sejak menanam kita harus menunggu paling sebentar 5 tahun untuk menikmati hasilnya. Harga karet memang pluktuatif, tapi dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, kebutuhan akan bahan baku karet alam untuk pembuatan ban semakin meningkat. Belum lagi untuk produksi lain-lainnya. Ini membuka kemungkinan harga karet untuk terus naik dan menguntungkan petani karet.
Tapi bila kita berniat dan yakin budidaya karet menguntungkan, dengan biaya mahal kita tak harus mundur. Kata orang Sunda, mun geus niat mah sagala ge sok aya jalan kaluarna (bila kita sudah berniat, apapun selalu ada jalan keluarnya).
Bila kita tetap tidak sanggup dengan biaya yang mahal, nah ini dia: ada tidak ya cara budidaya karet dengan biaya murah?
Ya ada, dong.
Ah, yang benar?
Benar! Suer!
Petani karet di beberapa daerah berhasil membudidayakan karet dengan biaya murah. Mereka berhasil menekan biaya hingga semurah-murahnya dengan tidak mengorbankan kualitas budidaya karet itu sendiri. Hanya diperlukan keuletan, kemauan belajar dan tak putus asa. Hanya itu? Ya, ada juga keluar uang, sih, tapi tidak termasuk mahal. Pokoknya bisa terjangkau oleh mereka yang berkantong tipis. Caranya?
Sabar, sabar. Teruskan dulu membacanya, oke?*








2. Budidaya Karet Tak Selalu Harus Mahal


KALAU ada yang murah, kenapa harus memilih yang mahal? Seperti iklan saja. Biar! Kemungkinan anggapan yang mengatakan budidaya karet itu mahal adalah tidak mengetahui caranya yang murah. Lalu? Begini, untuk mendapatkan biaya yang murah dalam budidaya karet kita harus tahu rumusnya terlebih dahulu. Ada rumusnya juga? Iya, dong. Tidak sembarangan. Rumusnya bagaimana?
Rumusnya gampang saja, kok,  hanya ada 2, yakni:

1.    Kerjakan sendiri.
Seperti diulas di bab awal, bahwa ada 4 alasan kenapa budidaya karet sering dianggap mahal. Nah, yang harus kita lakukan adalah mencari cara agar alasan-alasan itu bisa menjadi murah. Bila bibit karet hasil okulasi mahal, ya kita buat okulasi sendiri, jangan membeli. Bila harga pupuk mahal, ya kita bikin pupuk sendiri, jangan beli. Bila penyiapan lahan mahal, ya kita siapkan sendiri jangan mengupah orang lain.  Bila harga pestisida, herbisida dan fungisida mahal, apa salahnya kita buat sendiri, tak usah membeli. Memang bisa? Ups, sangat bisa. Hanya saja kita harus...(baca selanjutnya).

2.    Belajar sendiri.
Kita tidak tahu cara mengokulasi bibit karet, kita tidak tahu menyiapkan lahan secara baik, kita tidak tahu membuat pupuk yang murah, kita tidak tahu membuat petisida, herbisida dan fungisida sendiri. Maka mau tidak mau kita harus belajar. Sekali lagi: belajar! Be-la-jar, he he.  Pada siapa? Ya, pada siapa saja yang tahu, sukur-sukur kita bisa belajar pada ahlinya, itu lebih baik. Tapi tunggu, belajar sendiri juga ada rumusnya, yakni:
·         Lihat, bagaimana orang lain membudidayakan karet.
·         Dengar, bagaimana pengalaman orang lain membudidayakan karet.
·         Baca, bagaimana menurut para pakar dan praktisi budidaya karet di buku-buku, leafet, koran, buletin, atau majalah.


                  Memabaca salah satu cara belajar sendiri.

·         Tanya, bila ada yang tak paham cari orang yang tahu dan jangan malu untuk bertanya.
·         Praktekan, apa yang kita lihat, dengar dan baca, juga hasil bertanya dari orang lain, segera praktekan di lapangan dengan sebaik-baiknya.
·         Dan  evaluasi, bagaimana hasil praktek kita itu, baikkah atau sebaliknya. Di mana kesalahannya, di mana kelebihannya.
·         Terakhir, buatlah catatan. Nah, ini yang jarang dilakukan. Apapun dalam langkah belajar budidaya karet, catatlah serinci mungkin. Ini penting untuk mengetahui secara detil perjalanan belajar kita. Siapa tahu catatan itu berguna bagi orang lain juga, atau bisa dibuat buku, he he.

Teorinya gampang. Cuma dalam prakteknya tidak selalu gampang. Banyak hambatan yang siap menjerumuskan kita pada kegagalan. Pokoknya tidak semulus jalan tol Cipularang. Banyak onak dan durinya. Waduh! Tapi jangan takut. Agar kita tidak demikian, perlu deh dipersiapkan sikap-sikap seperti ini:

1.    Ulet, tekun.
Keuletan adalah kunci utama menuju keberhasilan dalam budidaya karet dengan biaya murah ini. Sebab banyak hal akan dikerjakan sendiri untuk menekan biaya. Kita hanya akan mengandalkan diri sendiri sebagai pilar utama dalam prakteknya. Bekerja sendiri akan lebih sulit bila tanpa ada keuletan atau ketekunan. Sebab kita akan memotivasi diri sendiri untuk terus, terus, dan terus bekerja sampai sesuatunya berhasil. Sangat penting untuk tak henti-hentinya mengingatkan diri sendiri. Sebab bila tidak, kita akan berhenti di tengah jalan. Mogok kayak mobil butut. Waduh!  Waduh-waduh melulu, teruskan membacanya!

2.    Tidak gampang putus asa atau menyerah.
Pasti deh dalam proses membudidayakan karet dengan biaya murah ini kita akan menemui satu-dua hambatan atau bahkan kegagalan dalam hal-hal tertentu, apalagi yang belum benar-benar dikuasai. Nah, bila kita menemui hal demikian, kita wajib tidak menyerah, tidak putus asa. Wajib, bukan sunat, he he. Tapi terus mencoba. Mungkin kita perlu lebih banyak bertanya. Mungkin kita harus lebih banyak membaca, dst. Yang penting kita jangan berhenti, tapi terus mencoba, mencoba, mencari jalan, mencari kemungkinan sampai berhasil. Percayalah, kegagalan itu sendiri adalah proses pembelajaran agar kita menjadi lebih terampil. Kegagalan mengantarkan kita menjadi seorang ahli.

3.    Mau bekerja keras.
Segala sesuatu kalau ingin berhasil kita harus keluar keringat, tak kenal lelah.  Termasuk dalam budidaya karet ini. Selelah apapun kita, bila target belum tercapai harus terus dilakukan. Tidak boleh istirahat? Ya, boleh dong, hanya jangan kelamaan, gitu. Sesulit apapun kita tidak boleh berhenti. Pokokke, harus dengan usaha maksimal, tidak boleh setengah-setengah, apalagi seperempat-seperempat, he he.

Sudah cukup jelas, kan? Ya. Sekarang saatnya kita mempelajari satu persatu teknik-teknik budidaya karet dengan biaya murah. Penasaran, kan? Harus. Simak saja, bila ada yang tidak paham boleh mengacungkan tangan, bertanya. He he seperti Cikgu saja. Tak apa, supaya tidak bosan.*














TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PROPOSAL PENAWARAN NASKAH BUKU
Ditulis oleh Ena Rusyana
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://contohproposallengkap.blogspot.com/2013/07/proposal-penawaran-naskah-buku.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Buat Email | Copyright of CONTOH PROPOSAL LENGKAP +.